Strategi Komunikasi Masyarakat Sasak Dalam Menjaga Hubungan Keluarga di Tengah Perkembangan Zaman Teknologi

Penulis

  • Supriadi Intitut Agama Islam Qomarul Huda Bagu
  • Muredon Institut Agama Islam Qamarul Huda Bagu

DOI:

https://doi.org/10.61519/tby.v6i2.94

Kata Kunci:

Strategi Komunikasi, Masyarakat Sasak, Keluarga, Teknologi, Budaya Lokal

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar dalam pola interaksi masyarakat, termasuk dalam kehidupan keluarga masyarakat Sasak di Lombok. Teknologi seperti telepon pintar dan media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, namun di sisi lain juga berpotensi melemahkan hubungan kekeluargaan jika tidak digunakan secara bijak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi masyarakat Sasak dalam menjaga keharmonisan hubungan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat Sasak menerapkan strategi komunikasi berbasis nilai budaya lokal seperti besiru (gotong royong), musyawarah keluarga, penggunaan bahasa halus (base alus), serta pengendalian penggunaan teknologi dalam lingkungan keluarga. Strategi tersebut berperan penting dalam mempertahankan nilai kekeluargaan, rasa hormat, dan kebersamaan meskipun berada di era digital.

Referensi

Nurul Ain. (2025). Strategi Komunikasi Keluarga Dalam Mengurangi Screen Time Anak Usia Dini Di Desa Bartong Kabupaten ?Serdang Bedagai”?. Jurnal Keskap: Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi Dan Administrasi Publik?.

Achmad, W. K. S. (2021). TRANSFORMASI NILAI KEARIFAN LOKAL BERBASIS TEKNOLOGI.

Ade Sofyan & Amin Hidayat. (2023). DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN. JURNAL SATYA INFORMATIKA, 7(02), 16–24. https://doi.org/10.59134/jsk.v7i02.163

Alo Liliweri. (2010). Strategi Komunikasi Masyarakat. LkiS Yogyakarta?.

Anang Sugeng Cahyono. (2020). Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Indonesia, ?. Jurnal Sosiologi Reflektif.

Aniq, A. F. (2019). POTENSI KONFLIK PADA TRADISI MERARIK DI PULAU LOMBOK. ALQALAM, 28(3), 559. https://doi.org/10.32678/alqalam.v28i3.890

Ariany, F. (2016). TRADISI KAWIN CERAI PADA MASYARAKAT ADAT SUKU SASAK LOMBOK SERTA AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKANNYA. 2(2355).

Azwar, W., Mayasari, D., Winata, A., Garba, M. M., & Isnaini. (2024). Exploration of the Merariq Tradition in Sasak Lombok, Indonesia: Analysis in Islamic Law and Socio-Cultural Dynamics Perspectives. IBDA`?: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 22(1), 23–38. https://doi.org/10.24090/ibda.v22i1.10766

Dedy Djamaludin Malik dan Yosal Iriantara. (1994). ? Komunikasi Persuasif,?. PT Remaja Rosdakarya.

Hajiannor, Ani Cahyadi, & Agus Setiawan. (2022). Limitasi Domain Kognisi dan Perilaku Dalam Pembentukan Karakter (Tinjauan Sufistik Pendidikan Islam). El-Buhut, 4.

Hermanto, A., El Adawiyah, S., & Patrianti, T. (2022). Islamic Brand Sahaja in Commercial TV Advertising Messages: Toward the Islamisation of the product. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.15575/jw.v7i1.15708

John W. Creswell?. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design. Sage.

Muhammad Nawir dan Risfaisal. (2015). Subordinasi Anak Perempuan Dalam Keluarg. Equilibirium Pendidikan Sosiologi.?.

Thinane, J. S. (2022). Xenophobia in South Africa: Alignment of policy-making with the aim of the Missio Dei (Mission of God). Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 7(1), 13–26. https://doi.org/10.15575/jw.v7i1.17408

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Supriadi, & Muredon. (2026). Strategi Komunikasi Masyarakat Sasak Dalam Menjaga Hubungan Keluarga di Tengah Perkembangan Zaman Teknologi. Tabayyun, 6(2), 16-26. https://doi.org/10.61519/tby.v6i2.94

Terbitan

Bagian

Artikel